Senin, 20 April 2015

Masih Mau Durhaka Sama Ayahmu???




Asalamualaikum, semoga kalian ga bosen yah baca postingan aku, mungkin kalian udah sering baca postingan aku tentang seorang ayah. Yups, sekarang aku mau posting lagi buat renungan kalian aja yg mungkin skrg lagi mendurhakai orang tua hahaha atau kalau yang udah baik semoga tambah lebih baik lagi guys,  biar ga ada lagi orang yang DURHAKA SAMA ORANG TUA terutama AYAH!!!! CATET YAH SUPAYA GA DURHAKA SAMA AYAH KALIAN !!!!

Hayoo pasti kalian seringkan berantem sama ayah kalian terutama anak cowo ehm anak cewe juga sih bisa jadi sering berantem sama ayahnya? Atau jangan jangan kalian sering memperlakukan ayah kalian dengan tidak sepantasnya dan TIDAK MAU MENGAKUI AYAH SENDIRI KARENA MALU, oh my god please deh kalian udah durhaka banget, inget dong pelajaran agama sama ppkn waktu di sekolah? Kita harus menghormati ayah kita apapun itu kondisinya, karena bagaimanapun itu ayah  kalian. Jujur aku sih ga pernah berantem sama orang tua aku, kalo mereka udah ngasih tau hal yg dilarang, yaa yaudah aku gak akan ngebantah, lebih baik diem daripada berantem.



Sekarang kita liat dulu yah apa sih yg termasuk durhaka sama orang tua :
  • Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih dan sakit hati.
  • Berkata “ah” dan tidak memenuhi panggilan orang tua.
  • membentak atau menghardik orang tua.
  • Bakhil, tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
  • Berbuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, “kolot” dan lain sebagainya.
  • Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan untuk kita. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh orang tua kita, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika orang tua kita melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak mengapa dan karena itu anak harus berterima kasih.
  • Menyebut kejelekan atau aib orang tua dihadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.
  • Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misalnya alat musik, mengisap rokok, dll.
  • Mendahulukan taat kepada istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan tetanya menguris ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Na’udzubillah.
  • Malu mengakui orang tua sendiri. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.

Oke sekarang kalian harus tau AZAB jika DURHAKA sama ORANG TUA !!! DI inget yah INGETT.
1. Menjadi Golongan Orang Kafir.
2. Haram Masuk dan Mencium Aroma Surga
3. Allah SWT Tidak akan menerima Shalatnya.
4. Dibenci & Dimurkai oleh Allah SWT.
5. Tidak Akan Diampuni Dosa-dosannya.
6. Terhapusnya Semua Amal.
7. Terputus rezekinnya.
8. Mendapatkan Kerugian yang Besar.

Sekarang kita mulai renungan, intropeksi sama diri sendiri !
#Diantara Jasa Seorang Ayah

Ayah yang memenuhi kebutuhan kita
Masihkah kita ingat ketika kita sekolah, berbagai kebutuhan kita bermunculan: membeli sepatu lah, seragam, peralatan tulis, tas baru setiap kenaikan kelas, belum lagi uang saku seiap harinya dan masih banyak lagi. Tahukah kita saat disampaikan bahwa telah tiba tagihan uang semester dari sekolah, ayah kita adalah ia yang senantiasa mengerutkan keningnya untuk mencari solusi “Bagaimana agar anaknya bisa segera membayar tunggakan sekolahnya serta bisa mengikuti semesteran dengan yang lain”. Pernahkah kita renungkan ini sebelumnya, sudahkah kita ucapkan rasa terimakasih kepadanya walau sekali saja seumur hidup kita?

Disaat permintaan kita mulai menggunung
Mungkin diantara kita ada yang pernah meminta bola basket atau beli jersey, minta dibelikan mainan yang sangat kita sukai, ingin memiliki Smartphone, tablet , laptop, agar sama dengan yang lain, ingin ini dan itu yang kian mengunung. Ketika ayah kita tak bisa memenuhinya, tahukah kita apa yang sebenarnya ada dalam hatinya? Ia merasa seakan menjadi seorang ayah yang gagal membuat anak nya tersenyum dan bahagia. Semua itu bukan karena ia tidak menyayangi kita, akan tetapi terkadang sikap ketidak pahaman kita sehingga membuat kita membencinya. Pernahkah kita merenungkannya? Mungkin hanya disaat kita jauh atau bahkan tatkala ia telah tiada, barulah kita tersadar bahwa kita sangat rindu ayah kita tercinta.

Bentakan Ayah di saat kita sakit
Tahukah kita siapa yang senantiasa menghawatirkan kita saat kita terjatuh sakit. Kadang saking khawatirnya sampai ia membentak anaknya dan berkata “Sudah dibilang jangan minum air dingin!”, “Sudah dibilang jangan telat makan!, Begini kan jadinya!” dan lain sebagainya. Perkataan-perkataan tersebut bukan hanya meluapan amarahnya yang ingin ia lontarkan kepada kita, tapi jauh lebih dalam dilubuk hatinya, ia sangat mengkhawatirkan keadaan kita.

Disaat sebagian kita telah BERHASIL Masihkah ingat AYAH
Mungkin diantara kita ada yang telah menempuh berbagai jenjang pendidikan yang tinggi, atau membuka usaha besar dan pekerjaan yang mapan. Saat kita telah mencapai kesuksesan, adalah orang yang pertama kali bangga. Mungkin tak pernah kita dengar keluar dari mulutnya kata-kata “Selamat ya Nak!”, “Ayah bangga dengan keberhasilan kamu!”, tapi tahukah kita, ia sangat bangga memiliki anak seperti kita.


Disaat kita menikah
Kebanggaan lain dari seorang ayah adalah ketika melihat anak-anaknya mulai menaiki panggung pelaminan. Tahukah kita apa yang ada dalam hati ayah kita tercinta saat melihat kita memulai pernikahan kita? Mungkin ia akan terkata “Tugasku telah selesai dengan baik, Putra/Putri kecil ku yang dahulu lucu, kini ia telah dewasa dan mampu hidup mandiri tanpa kehadiranku.” Pernahkah kita merenungkannya? Kita akan merasa rindu kepada ayah kita saat ia jauh dari kita atau tatkala ia telah tiada?

Ayah kita terlihat kuat
Ayah kita, adalah ia yang senantiasa berusaha terlihat kuat bahkan ketika ia tak kuasa untuk tidak menangis di depan anak-anakanya. Ia adalah yang harus selalu terlihat tegas bahkan disaat ia ingin memanjakan kita. Ayah adalah ia yang pertama harus meyakinkan anak-anaknya termasuk kita bahwa “kita bisa” dalam hal apapun.


Tersenyum & Bersyukurlah saat kita semapat Melihat dan ada Disamping ayah kita
Bagi kita yang merasa masih memiliki sosok seroang ayah, jauh atau dekatnya ia. Masih memiliki seorang ayah atau bahkan pernah merasakan hidup bersamanya dalam hidup kita, adalah sebuah anugerah yang seharusnya kita syukuri dan merupakan salah satu alasan besar untuk kita senantisa tersenyum atas hal ini. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa berbakti kepada ayah dan ibu kita. Jika salah satu atau keduanya telah tiada, maka hendaknya kita senantiasa mendoakan keduanya .

Yang masih punya ayah mungkin kalian malu untuk memeluknya karena terlalu banyak dosa kalian, tapi gak ada salahnya jika kalian meminta maaf dengan cara halus, kalian bisa mengajak ayah kalian sekedar jalan ditaman, menemaninya minum kopi, mengobrol bersendagurau, sekecil apapun kebaikan kalian, itu sangat bermanfaat dan pasti bisa bikin mereka seneng. Thanks
Wasalamualaikum