Masih berhubungan dengan artikel kemarin nih,
ingetkan kita ga boleh hanya Cuma ngeluh karena harga bbm yang naik, tapi kita
coba bantu berkontribusi pada negara kita untuk ngebuat sumber energi alternatif. Saat ini pemerintah tengah
mencanangkan program penggunaan minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) sebagai
pengganti minyak solar secara nasional. Program ini dapat berhasil dengan baik
jika terjadi kerjasama yang baik diantara pemerintah dan masyarakat. Masalahnya
adalah sebagaian masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahan bakar minyak
sebagai sumber energi utama belum mengetahui adanya sumber energi alternatif
ini. Untuk itulah masyarakat harus mengetahui manfaat dan keunggulan sumber
energi alternatif ini agar kerjasama yang baik tersebut dapat terwujudgunakan
infrastruktur sekarang ini. Nih buat yang belum tau tentang biodiesel dari
jarak pagar J
1. Tentang
Biodiesel Jarak Pagar
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri
dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai
sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber
terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Tanaman jarak pagar merupakan salah satu
tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber energi alternatif.
Sumber energi yang dihasilkan dari tanaman ini berupa biodiesel yang berguna
untuk menggantikan fungsi solar pada mesin diesel.
Manfaat Penggunaan Biodiesel dari Tanaman Jarak
bagi masyarakat Indonesia di Bidang Ekonomi adalah dengan dihijaukannya kembali
lahan-lahan kritis, berarti akan membuka lapangan pekerjaan baru yang layak
bagi masyarkat. Mereka dapat bekerja sebagai petani yang menanam dan merawat
tanaman-tanaman jarak yang akan digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Buah
jarak yang dihasilkan dijual kepada perusahaan yang mengolahnya menjadi
biodiesel dengan harga tertentu. Dalam hal ini peran pemerintah sangat
dibutuhkan dalam hal penyediaan bibit dan penentuan harga minimum dari buah
Jarak Pagar, agar petani tidak dirugikan.
Jika petani diberi hak mengelola tiga hektar
lahan kering, dengan kerapatan tanaman 2500 pohon per hektar dan produktivitas
10.000 kilogram biji per hektar serta harga biji lima ratus rupiah per
kilogram, setiap keluarga petani akan memperoleh panghasilan satu juta dua
ratus lima puluh ribu per bulan hanya berasal dari penjualan biji jarak
(Anonim, 2005:2).
Saran untuk pemerintah adalah: Pemerintah
hendaknya mulai merancang UU mengenai penggunaan biodiesel di indonesia,
sehingga biodiesel benar-benar dapat diterapkan di Indonesia secara optimal. Pemerintah
hendaknya memberikan penyuluhan dan penerangan pada masyarakat luas mengenai
manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari biodiesel. Pemerintah harus
menyediakan tempat-tempat penjualan biodiesel, sehingga biodiesel dapat
diperoleh dengan mudah oleh konsumen. Selain itu pemerintah juga harus mengatur
sistem perdagangan biodiesel di Indonesia.
2. Bahan
yang dibutuhkan :
Alkohol : Alkohol yang digunakan bisa berupa
methanol atau ethanol. Pada proses pebuatan biodiesel, disarankan methanol
karena lebih mudah penggunaannya.
Katalis Basa : Dalam proses pembuatan biodiesel,
kOH lebih mudah digunakan dan waktu yang diperlukan 1,4 kali lebih cepat
dibanding NaOH.
Bahan bahan tersebut dapat dibeli di toko kimia.
PERHATIAN : NaOH dan kOH adalah zat yang
berbahaya, jangan sampai terkena kulit atau mata, jangan menghirup uapnya
2.
Peralatan yang digunakan
a.
Wadah pencampuran methoksida
b.
Pengaduk double jacket
c.
Timbangan analitis, akurasi 0,1 gram
d.
Penakar methanol dan minyak
e.
Wadah dengan sumbat dan sekrup pada bagian atas
f.
2 corong untuk memasukan bahan ke wadah HDPE
g.
Botol untuk pengendapan
h.
Pencuci
i.
TBA
j.
Termometer
3.
Cara membuat
a.
Pencampuran
Methoksida
1.
Wadah
yang digunakan untuk pencampuran harus dengan wadah tertutup
2.
Wadah
dilengkapi dengan lubang kecil pada tutup yang dilengkapi dengan sumbat sebagai
sarana pemasukan katalis basa, pengaduk manual dan saluran pengeluaran
methoksida
3.
Untuk
jumlah yang sedikit, dapat digunakan dengan botol HDPE
4.
Ukur
methanol 20% dari massa minyak jarak dan tuangkan ke dalam wadah HDPE dan tutup
kembali wadah methanol.
5.
Dengan
hati – hati tambahkan katalis basa dengan menggunakan corong, Kemudian tutup
wadah pencampuran.
6.
Perlu
diketahui pada awal pencampuran suhu akan meningkat
b.
Proses
Transesterifikasi
Transesterifikasi
adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang
dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai
lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar diesel. Minyak nabati
atau lemak hewani bereaksi dengan alkohol (biasanya metanol) dengan bantuan
katalis (biasanya basa) yang menghasilkan alkil ester (atau untuk metanol,
metil ester) (Knothe et al., 2005).
1.
Alat
yang digunakan adalah pengaduk double
jacket.
2.
Isi fluida
pelapis pada ruang pelapis
3.
Isian
minyak jarak pagar pada wadah, dan tutup wadah pada proses
4.
Panaskan
minyak mencapai 55derajat C
5.
Hidupkan
motor pengaduk dan masukan methoksida sedikit demi sedikit melalui tutup kecil.
6.
Tutup
kembali dan lakukan pengadukan selama > 20 meit
7.
Matikan
motor dan pemanas, keluar hasil proses melalui kran pengeluaran
c.
Pengendapan
Pindahkan campuran hasil
transesterifikasi ke dalam botol gelas dan tutup dengan segera. Biarkan wada
selama 12 – 24 jam.
d.
Pencucian
Pencucian bertujuan untuk memisahkan
ester dan katalisator basa. Untuk tujuan ini perlu dilakukan penambahan asam
asetat atau vinegar dengan jumlah 30mL per 100 liter.
e.
Pengeringan
Jika biodiesel bersih (bening/tembus
cahaya) berarti sudah kering tidak mengandung air dan siap untuk digunakan.
Kemungkinan bersih secara cepat dalam beberapa hari atau setelah satu minggu.
f.
Pengujian
mutu diesel
Pengujian dapat dilakukan dengan
pengelihatan visual jika biodiesel berwarna bening/tembus cahaya berarti sudah dapat digunakan.
Selain itu pengujian dapat dilakukan
dengan menggunakan kertas lakmus, biodiesel memiliki pH netral, yaitu pH 7.
Jika kertas lakmus dicelupkan dalam biodiesel masih berwarna biru artinya
proses pencucian masih harus dilakukan.
4.
Analisis
Ekonomi
Analisis ekonomi dilakukan untuk
industri kecil dengan kapasitas 50 liter/proses, asumsi 1 hari melakukan 2 kali
proses dengan kapasitas 100 liter/hari
No.
|
Mesin
|
Jumlah
|
Harga
Satuan
|
Harga
Total
|
1.
|
Pengepres Hidrolis
|
1
|
4.500.000
|
4.500.000
|
2
|
Pengaduk
|
1
|
11.000.000
|
11.000.000
|
3
|
Wadah Pengendapan
|
8
|
30.000
|
240.000
|
4
|
Pencucian
|
1
|
6.000.000
|
6.000.000
|
5
|
Lain - Lain
|
1
|
500.000
|
|
Total
|
22.240.000
|
Uraian
|
Jumlah
|
Harga Satuan
|
Harga Total
|
Bahan baku
Jarak
Methanol
NaOH
|
330kg
20liter
0,35liter
|
500
3.000
4.800
|
165.000
60.000
1.680
|
Energi
Listrik
Biodiesel
|
0,15kWH
2 Liter
|
650
3.000
|
245,05
7.000
|
Tenaga kerja
|
2 orang
|
20.000
|
40.000
|
Biaya Pemeliharaan
Biaya Penyusutan
|
370,67
5930,67
|
||
Total
HPP
|
280.226,38
2.949,75
|
Udah pada taukan tentang Bio Diesel dari jarak pagar, yuk coba bikin :)
Sumber
:
Susilo, B. 2006. Bio
Diesel. Sumber energi alternatif
pengganti solar yang terbuat dari ekstrasi minyak jarak pagar (Jatrhopa curcas
L
