Sabtu, 06 September 2014

Kenaikan Upah Buruh Jadikan Acuan Mendapat Pekerja Berkualitas dan Memantapkan Kinerja Bisnis



Buruh merupakan pekerja yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa uang atau bentuk lainnya dari pengusaha, jadi buruh dan pengusaha adalah dua hal yang saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan, tanpa adanya buruh maka suatu usaha tidak akan dapat berjalan lancar. Hal yang menjadi permasalahan ahir – ahir ini adalah adanya kenaikanan upah buruh yang disebabkan oleh adanya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia untuk meminta adanya penambahan komponen hidup layak (KHL) dalam penghitungan Upah Minimum Provinsi. Hal itu tentu dapat membuat ancaman bagi para pengusaha karna kenaikan upah  buruh tersebut cukup signifikan dan tidak disertai dengan peningkatan skill dari buruh tersebut, sehingga bisa terjadi pengurangan investor ke tempat lain untuk mencari upah buruh yang lebih murah. Namun seharusnya sebagai entrepreneur kita harus menangkap kenaikan upah buruh ini menjadi acuan untuk dapat memiliki buruh yang berkualitas dengan skill, disiplin dan produktivitas yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja bisnis. Karena keberhasilan Kinerja Bisnis berasal dari sumber daya manusia yang berkualitas. Adapun beberapa cara yang efektif untuk mendapatkan pekerja yang berkualitas dalam perusahaan yaitu:
1.      Melakukan seleksi
Cara pertama mendapatkan pekerja berkualitas perusahaan harus memperketat pemilihan pekerja dengan kualifikasi dan skill yang sesuai untuk mengisi pekerjaan yang sedang dibutuhkan perusahaan. Seleksi dapat dilakukan dengan memeriksa kelengkapan administratif , wawancara di bagian HR, memeriksa kesehatan, dan memutuskan apakah pekerja tersebut layak untuk bekerja disebuah perusahaan.
2.       Melakukan training
Training dilakukan untuk program pelatihan jangka pendek untuk memantapkan skill yang telah dimiliki oleh pekerja sehingga pekerja lebih tangkas dalam melakukan pekerjaannya. Sistem training dilakukan berdasarkan analisis personal yaitu dengan menetapkan siapa saja (pekerja) yang perlu mendapat pelatihan. Training ini harus disesuaikan disertai dengan memberikan motivasi yang memberikan penekanan pada hal – hal positif.
3.      Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja dilakukan oleh supervisor  untuk melakukan evaluasi kinerja apakah pekerja sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan.  Apabila pekerja dinilai sudah diatas harapan perusahaan pekerja dapat diberikan penghargaan, kenaikan gaji, bonus, atau dapat pula diberikan kenaikan jabatan.
4.      Pengembangan
Pengembangan bertujuan untuk menyerasikan kebutuhan pekerja dengan kebutuhan perusahaan. Pengembangan yang diterapkan adalah job rotation , pengembangan ini dilakukan dengan cara memindahkan pekerja dari suatu jabatan ke jabatan lainnya secara periodik untuk menambah keahlian, pengembangan ini tentu disertai dengan adanya kenaikan jabatan dan gaji , namun akan disertai juga dengan tanggung jawab yang tinggi.
5.      Pemberian Upah
Pemberian upah tentu saja harus sesuai dengan hasil yang telah dilakukan oleh pekerja, apabila seorang pekerja menginginkan upah yang layak maka harus disertai dengan kontribusi yang baik pada perusahaan.
Apabila kita sudah memiliki pekerja yang memiliki skill yang baik dan berkualitas kita dapat meningkatkan kinerja bisnis dengan beberapa cara  daintaranya :
1.      Menurunkan tingkat korupsi
Korupsi merupakan penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, dan sarana untuk memperkaya diri sendiri, untuk meningkatkan kinerja bisnis maka kita harus memiliki pekerja yang bermoral agar dapat menurunkan tingkat korupsi dan memberi hukuman yang sesuai dan tegas kepada pekerja yang melakukan korupsi.
2.      Meningkatkan produktivitas
Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara mengelola pertumbuhan produksi perusahaan , menciptakan produk yg lebih inovatif, menghitung biaya pengembangan produk, membuat desain produk dan mengemas produk dengan menarik, bekerja lebih tangkas dan efektif dalam melakukan kegiatan produksi, serta meningkatkan efektifitas.
3.      Menguatkan Brand
Brand merupakan identitas dari perusahaan dan merupakan upaya untuk mendapat presepsi baik. Untuk membantu menguatkan brand maka kita harus melakukan positioning yang sesuai dengan karakter brand sehingga penguatan brand dapat berjalan dengan baik.
4.      Memanfaatkan teknologi informasi
Kecanggihan teknologi informasi yang ada pada era ini dapat dimanfaatkan dalam urusan berbisnis, misalnya melakukan seleksi pekerja secara online sehingga dapat menghemat biaya, melakukan pemasaran melalui website atau media sosial seperti twitter dan facebook, dll.
5.      Meningkatkan kepuaasan pelanggan
Pelanggan adalah raja , oleh karena itu sebagai produsen kita harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan agar pelanggan tidak berpindah kepada produk lain. Pemenuhan kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan cara melakukan komunikasi dengan pelanggan, memenuhi apa yang diinginkan pelanggan, dan memberikan jaminan produk.
6.      Melakukan analisis pesaing
Pesaing merupakan sesuatu yang menghasilkan suatu produk yang sama dengan produk yang perusahaan  kita jual. Analisis pesaing dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan pesaing. Sehingga perusahaan kita dapat terpacu untuk menciptakan produk yang lebih baik dari pesaing, dan perusahaan dapat membuat strategi baru jika produk baru yang akan dijual memiliki kesamaan.
7.      Memenuhi kebutuhan pekerja
Seperti yang telah diterangkan diatas pekerja merupakan hal yang tidak dapat dilepaskan dari pengusaha dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan pekerja sesuai dengan kontribusinya dalam perusahaan untuk menjalankan pekerjaannya.
8.      Memeperhatikan sosial dan budaya
Dalam mengoperasikan bisnis harus memperhatikan dan memanfaatkan kondisi yang mencakup kebiasaan, adat – istiadat, nilai, dan karakteristik demografis masyarakat di tempat lingkungan bisnis.
9.      Menjaga hubungan baik dengan pemerintah
Hal ini dapat diterapkan dengan melaksanakan perijinan , perpajakan, serta taat pada badan hukum yang ada.
10.  Meningkatkan mutu produk
Peningkatan mutu produk dapat dilakukan dengan meningkatkan performance ,  aesthetics , special features , conformance , reliability , durability ,
perceived quality , service ability, apabila kita dapat memenuhi aspek tersebut kita dapat dengan mudah meningkatkan produk yang dihasilkan perusahaan.

Dengan adanya pekerja yang berkualitas dalam sebuah perusahaan dan disertai dengan adanya kinerja bisnis yang mantap maka kenaikan upah buruh tidak akan terlalu berpengaruh besar pada perusahaan dalam menjalankan usahanya.

By : Dian Mentari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar