Sabtu, 28 Maret 2015

Sayang Banget sama Ibu dan Bapak



Selamat malam pembaca setia blog Dian Mentari hahaha
Semoga masih dalam keadaan sehat walafiat yah :)
Hari ini pengen banget berbagi cerita tentang orang tua aku, oh iya aku nulis artikel ini sambil melihat mereka tertidur pulas.  Aku mau semua orang tau betapa aku sangat tidak ingin kehilangan mereka, mungkin kalian juga merasakannya.

Pertama mau cerita ibu dulu, menurutku ibu adalah sosok perempuan yang sempurna, setiap hari beliau menjalankan solat lima waktu, didalam setiap doanya selalu terselip namaku, beliau selalu mendoakanku agar aku selalu terhindar dari kesusahan, selalu diberikan kesehatan, dan bisa menjadi anak yang sukses. Sejak didalam kandungan beliau sudah selalu mendoakanku agar ketika aku lahir, aku bisa menjadi putrinya yang cantik dan bisa menjadi anak soleh, agar jika suatu saat dia telah tiada, anaknya dapat mendoakannya di surga :’) . Setelah aku lahir dengan sabar beliau mengajariku untuk minum susu agar aku bisa tetap hidup, ibuku dengan sabar mengajariku bagaiman cara berdiri dan berjalan, ibuku dengan sabar mendiamkanku ketika aku menangis, ibuku selalu sabar bangun ditengah malam ketika aku sakit untuk mengganti kompres, ibuku dengan sabar mengajariku menghafal huruf, mengeja kata, dan merangkai kalimat. Ibuku orang yang selalu sabar mendengarkan keluh kesahku. Ibuku tidak pernah bosan mengingatkan aku untuk makan disetiap hari. 
Kedua bapak, dimataku Bapak adalah seorang yang memiliki wibawa, terkadang humoris, beliau merupakan sosok yang rela berjuang untuk membahagiankan keluarganya, apapun dia lakukan mencari nafkah seberapapun asalkan itu halal, Bapak banyak mengajarkanku tentang hidup displin, tentang bagaimana hidup dengan rasa bersyukur, beliau bisa rela tidak makan untuk membahagiakanku, beliau selalu memiliki waktu jika aku butuh, bapak rela menjemputku sekolah walau cuaca terik walau cuaca hujan deras, beliau dengan suka hati mengantarkanku mencari tempat fotocopy walau hari sudah malam, beliau tanpa perhitungan selalu membelikan fasilitas keperluanku untuk sekolah sampai kuliah, beliau dengan semangat membelikan aku laptop baru agar aku mudah mengerjakan tugas kuliah walaupun membayar uang bayaran kuliahpun sudah sangat besar. Itu semua dilakukan agar aku bisa menjadi orang yang sukses, agar aku bisa membeli barang yang aku mau. 
Entahlah mungkin jutaan lembar kertas tidak akan pernah sanggup untuk mengungkapkan kebaikan mereka. Tapi apa yang sudah bisa aku lakukan? Aku hanyalah seorang anak yang sampai saat ini belum bisa membahagiakan mereka, aku sering melakukan salah kepada mereka, aku adalah anak yang masih marah jika disuruh makan, padahal banyak orang diluar sana yang masih sulit mendapatkan makanan. Ingin sekali aku cepat sukses, ingin aku cepat wisuda, aku ingin bisa membahagiakan orang tuaku, melihat senyum lebar mereka, menghapus keringat mereka, merawat mereka ketika tua nanti, adalah keinginanku. Aku berharap Allah selalu menjaga kedua orangtuaku dari segala bahaya dan kesusahan .Aku juga berharap Allah tidak akan pernah membuatku lupa diri ketika aku sukses nanti, Aku berharap aku masih dalam lindungan Allah Swt, Aku berharap Allah memberikanku umur panjang dan semoga aku diberikan kesempatan untuk membahagiakan kedua orangtuaku yang sangat aku sayangi. Amin ya robball alamin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar